Sabtu, 16 Agustus 2008

Twilight

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Stephenie Meyer
Alih Bahasa: Lily Devita Sari
Editor : Rosi L. Simamora
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 2008

Saya memilih buku ini, karena masuk di daftar buku laris, tanpa pernah membaca sinopsis atau sejenisnya....dan ternyata setelah selesai membacanya...oh...tidak menyesal saya memasukkannya dalam wishlist


Berkisah tentang seorang gadis remaja, Isabella Swan yang baru pindah dari Phoenix yang ramai ke kota Forks yang kecil dan suram. Bukan hanya harus menyesuaikan dengan cuaca dan kehidupan kota yang baru, Bella juga harus beradaptasi tinggal dengan ayah kandungnya yang bertahun-tahun biasa tinggal sendirian.

Hari-hari pertamanya di sekolah baru, seperti biasa, kurang menyenangkan, meskipun akhirnya Bella mendapatkan beberapa teman baru, Mike, Eric dan Jessica, karena sebagai putri kepala Polisi Swan, nama Bella cukup dikenal

Saat makan siang di kantin, tiba-tiba, Bella bersirobok pandang dengan Edward Cullen, satu dari 5 orang keluarga Cullen, keluarga yang dianggap aneh karena kemana-mana mereka selalu bersama.

Sejak saat itu Bella diam-diam selalu mencuri pandang mengamati keluarga Cullen yang misterius itu. Mereka tampan, cantik dan kaya, menarik perhatian seisi sekolah...tapi...ada yang aneh dengan mereka, karena mereka tidak berinteraksi layaknya remaja normal di sekolah menengah.

Akhirnya, Edward menyapanya di kelas Biologi. Untuk pertama kalinya, mereka berkenalan dan saling bertukar sapa. Edward memang betul-betul memikat.

Saat Edward menyelamatkan Bella dari tabrakan mobil yang dikendarai oleh Tyler Crowley, Bella semakin yakin, ada yang aneh dengan Edward....dia bisa bergerak sangat cepat dan sangat kuat, yang pasti sejak malam itu Bella selalu memimpikan Edward.

Dari perbincangan dengan Jacob Black dan kejadian lain yang membuat Edward lagi-lagi harus menyelamatkan Bella, Bella semakin yakin bahwa Edward adalah seorang vampir dan Bella mencintai Edward seperti kutipan di belakang buku "cintaku padanya teramat dalam dan tanpa syarat". Sementara Edward, yang sudah hidup hampir 100 tahun, baru kali ini mengalami jatuh cinta yang sesungguhnya yang membuatnya harus berkorban, karena harus rajin "berburu" agar selalu "kenyang" saat bersama Bella. Sejak saat itu mereka hampir tak pernah terpisahkan.

Sebuah kisah cinta yang sangat unik. Meskipun tebalnya hampir 3 kali lipat dari buku remaja yang pada umumnya didominasi oleh teenlit, dijamin Twilight akan membuat ketagihan, tak terasa, 518 halaman, dilalap habis dalam sekejap.

Bagi saya, sebagai penggemar cerita fantasi, membaca Twilight sama menariknya dengan membaca Harry Potter. Jika J.K Rowling telah menyihir jutaan pembacanya, Stephenie Meyer pun telah "meracuni" pembacanya dengan ramuan cinta terlarang dua makhluk berbeda ini.

Salah satu yang menarik dari buku ini, meskipun sudah banyak novel yang bercerita tentang vampir, justru disini diceritakan kisah vampir yang agak berbeda dari mitos-mitos yang kerap dimunculkan di dalam cerita lain, misalnya vampir di sini tidak takut pada salib (di rumah keluarga Cullen dipasang salib besar peninggalan ayah Dr. Cullen) atau Vampir tidak tidur di dalam peti mati ( Keluarga Cullen tidak pernah tidur!).

Saya juga suka pada alur ceritanya yang selalu dibuat emosi pembacanya naik dan turun...saat Bella mulai bahagia....selalu ada yang membuatnya sedih...

Seperti saat Bella berkenalan dengan keluarga Cullen : Carlisle, Esme, Emmett, Rosalie, Jasper dan Alice (mereka bisa hidup di lingkungan manusia normal karena mereka mengganti diet mereka dengan menghisap darah hewan), semua keluarga Cullen (kecuali Rosalie, meskipun akhirnya setuju juga) mendukung percintaan mereka, terutama Alice dan Esme. Saat mulai diterima di keluarga Cullen, dan mulai masuk ke kehidupan mereka, tiba-tiba kebahagiaan itu lenyap saat muncul 3 vampir lain yang kebetulan lewat dan tertarik untuk berkunjung ke acara permainan baseball keluarga Cullen.

Ketiga vampir ini jelas bukan penghisap darah hewan, sehingga aroma Bella sangat menarik bagi mereka. Mulailah terjadi sedikit ketegangan saat James bermaksud memburu Bella, dan lagi-lagi Edward menyelamatkan Bella. Di saat genting, karena James berhasil menggigit Bella, Edward harus mengambil keputusan, apakah membiarkan Bella berubah menjadi vampir atau tetap menjadi manusia biasa. Cinta memang buta...cinta memang penuh pengorbanan....tapi cinta juga penuh kekuatan

Jadi...secara keseluruhan, saya suka buku ini. Alur ceritanya sederhana, yang pasti tidak perlu mengernyitkan kening untuk membacanya, ya...hampir mirip dengn kisah-kisah cinta di novel Harlequin yang ringan dan romantis, hanya bedanya, buku ini tebalnya 518 halaman.

Twilight juga telah difilmkan dan akan diputar bulan Desember mendatang, tapi...entahlah...apakah akan seindah kisah cinta di bukunya?

Yang pasti...saat membaca buku ini, mengingatkan saya pada saat jatuh cinta belasan tahun yang lalu

Kelanjutan kisah Bella, New Moon, atau diterjemahkan oleh GPU menjadi Dua Cinta juga sudah ada di tangan....siap-siap lanjut...





16 komentar: